Berbisnis merupakan kegiatan untuk meningkatkan taraf ekonomi yang dapat dilakukan siapa saja tak terkecuali para mahasiswa. Dengan latihan berbisnis para mahasiswa justru dapat mulai membiasakan diri untuk terjun ke masyarakat sebelum memperoleh gelar ke pendidikannya nanti. Bisnis kecil-kecilan atau yang disebut sebagai bisnis UKM dapat dijalankan bagi mereka para mahasiswa yang aktif dan kreatif. Berbagai peluang bisnis juga dapat menjadi tambahan uang saku tersendiri apalagi bagi mereka yang tidak dapat bekerja dikarenakan jadwal kuliah. Berikut ini adalah contoh-contoh usaha UKM yang dapat dirintis sedari dini sebagai bekal terjun ke masyarakat bagi para mahasiswa:

  • Bisnis jajanan tradisional.

Berjualan adalah peluang bisnis yang paling banyak memiliki prospek dibidang keuangan. Salah satu komoditi dagang yang tak akan pernah sepi adalah kuliner karena kuliner tak dapat digantikan dengan teknologi. Jika para mahasiswa merasa terlalu berat jika berbisnis kuliner besar, maka mereka dapat memulainya dari bisnis kuliner kecil seperti jajanan tradisional. Jajanan tradisional jika dikemas secara modern dengan kreatifitas para mahasiswa akan menjadikan harga jajanan tersebut menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Contoh jajanan yang dapat dikembangkan adalah kembang gula, kerupuk tengiri, kerupuk gendar, mochi, dan sebagainya. Jika perlu maka mereka dapat mengurus ijin PRT atau Produk Rumah Tangga di Balai POM terdekat.

  • Kerajinan atau aksesoris.

Bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang memiliki sisi kreatif atau art design, dapat menciptakan suatu produk kerajinan dari kayu atau manik-manik yang bernilai seni. Saat ini banyak toko aksesoris atau hiasan rumah yang banyak dibuka untuk memenuhi kebutuhan orang dalam menghias rumah maupun sebagai salah satu trend fashion busana mereka. Dengan membuat produk dan kemudian memasarkannya di berbagai toko aksesoris para mahasiswa akan mendapatkan keuntungan yang lumayan sebagai tambahan uang kuliah atau uang saku mereka.

  • Agrobisnis.

Bagi para mahasiswa yang memiliki lahan atau menyewa lahan atau mungkin bekerja sama dengan pemilik lahan, dapat menjalankan bisnis UKM agrobisnis sayuran organik. Saat ini bisnis sayuran organik sedang dilirik pasar mengingat meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Namun modal yang dibutuhkan juga cukup besar karenanya perlu ada perhatian khusus dibidang pemasarannya. Pemasaran agrobisnis di berbagai supermarket besar secara kontinyu dapat menghasilkan penghasilan yang tak sedikit bahkan bisa menjadi peluang bisnis tetap di masa mendatang.

  • Ternak hewan peliharaan.

Mahasiswa yang menyukai beternak atau menyukai memelihara binatang juga dapat memanfaatkan hobinya sebagai sumber dana tambahan. Misalnya dengan beternak semut Jepang, kroto, kucing hias, kelinci hias hingga burung dan landak mini mereka dapat menjual hasil ternak nya dengan harga yang lumayan tinggi. Selain sebagai penghasilan tambahan jika beternak adalah hobi bisa juga menjadi kegiatan yang mengasyikkan.

Itulah beberapa bisnis UKM yang dapat dijalankan para mahasiswa sebagai salah satu bentuk dalam merintis bisnis kecil-kecilan. Yang paling penting adalah memilih peluang mana yang paling sesuai dengan keahlian, kemampuan, hobi dan sarana yang dimiliki kemudian fokus mengembangkan usaha tersebut hingga dapat menjadi penghasilan tetap setiap bulannya. Bisa jadi para mahasiswa justru dapat membuka usaha baru tanpa harus menjadi bawahan orang lain dimana itulah tujuan pengembangan usaha kecil dan menengah. Apalagi para mahasiswa yang terbilang lebih kreatif dan inovatif dari masyarakat kebanyakan diharapkan dapat memberi kontribusi yang lebih untuk memajukan taraf ekonomi kerakyatan khususnya di sektor ekonomi mikro.