Membahas mengenai pajak penghasilan terbilang penting untuk mengetahui apakah Anda sudah menjadi wajib pajak atau belum. Pajak untuk penghasilan ini tentunya mengarah pada berapa besar penghasilan bulanan yang diterima. Setiap orang memiliki kisaran penghasilan yang berbeda-beda sehingga ada yang wajib membayar pajak ada pula yang malah sebaliknya. Sehingga, tidak perlu cemas sebab meskipun Anda sudah bekerja namun gaji rata-rata per tahun tidak memenuhi minimal wajib pajak maka tidak perlu membayarnya.

Detail yang Wajib Diketahui Mengenai Pajak Jenis Ini

Untuk Anda yang memiliki penghasilan di atas penghasilan kena pajak tentu perlu paham pembayaran pajaknya seperti apa. Sebab sistem pembayaran pajak bagi pemula kadang membuat mereka bingung dan mengalami kesulitan. Baiknya belajar dan jangan ragu bertanya sebab kewajiban membayar pajak atas penghasilan yang diterima hukumnya wajib sebagaimana membayar angsuran motor ataupun mobil. Jadilah warga negara yang baik sebab dengan membayar pajak sesuai tanggal sebab menjadi partisipasi dalam pembangunan.

Melihat banyak wajib pajak yang kebingungan dan kesulitan ketika kali pertama membayar pajak untuk penghasilannya. Maka Ditjen Pajak kemudian mengembangkan sistem pembayaran sehingga kini menjadi lebih mudah sekaligus praktis. Anda bisa melakukan pembayaran melalui layanan e-filling sehingga memakai teknologi berbasis internet. Bisa melalui situs resmi Ditjen Pajak atau bisa pula melalui aplikasi gratis yang bisa ditanamkan ke handphone pintar di dalam genggaman.

Baca: Berbagai Peluang Bisnis UKM Bagi Para Mahasiswa

Sebelum melakukan pembayaran pajak penghasilan melalui media online pastikan memahami beberapa detailnya supaya tidak melakukan kesalahan. Detail tersebut dijelaskan di bawah ini:

  1. Mengenal tipe pembayaran yang dilakukan,

Pembayaran pajak untuk penghasilan bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pembayaran sendiri memakai jasa kantor pos, ATM, dan sebagainya. Cara lain adalah lewat potongan gaji yang sudah dibuat otomatis oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Kenali tipe pembayarannya seperti apa untuk menghindari kesalahan membayar dua kali dan membuang waktu.

  1. Mengisi SPT atau Surat Pemberitahuan Tahunan,

Kini semakin banyak wajib pajak yang memanfaatkan layanan berbasis online yang disuguhkan oleh Ditjen Pajak. Maka pengisian SPT kini dilakukan secara elektronik, Anda cukup berkunjung ke situs milik Ditjen Pajak. Kemudian mengisi SPT sesuai dengan realita supaya perhitungan pajaknya tepat dan membayar kewajiban pajak Anda sendiri bukannya keliru milik orang lain. Sistem online memungkinkan Anda mengisi SPT kapan saja sehingga bisa dilakukan di sela kesibukan.

  1. Melaporkan SPT online yang sudah dibuat,

SPT elektronik yang sudah diisi secara lengkap bisa Anda kirimkan secara online pula di website yang sama tempat Anda mengisinya. Pelaporan SPT ini bisa memanfaatkan layanan online dari Ditjen Pajak lewat situs resminya. Atau memilih terima beres dengan memanfaatkan layanan jasa pembayaran pajak lewat beberapa situs terpercaya. Semua ini digunakan untuk mempermudah pembayaran pajak pribadi, sebab sejak 2011 lalu memang sudah dibuka sistem online untuk memudahkan proses pembayaran.

  1. Bisa mencoba aplikasi e-filling di handphone,

Bagi pengguna handphone canggih kini bisa memanfaatkan aplikasi handphone gratis untuk mengurus pembayaran pajak pribadi. Termasuk pula untuk pembayaran pajak khusus penghasilan yang jika memang sudah dikenai wajib pajak. Sebelumnya perlu datang ke kantor pajak terdekat untuk membuat atau mendapatkan e-fin, baru kemudian bisa mengakses pembayaran melalui aplikasi Android ini. Metode ini tentu jauh lebih praktis sebab tidak perlu pusing lagi soal pembayaran pajak penghasilan yang dibuat semakin simpel.